Metode Valuasi Ekonomi Sumber Daya Alam
Pendekatan yang digunakan dalam mengukur nilai ekonomi SDAL menurut Turner, Pearce dan Bateman (1993), yaitu:
D-CURVE APPROACHES
Metode ini digunakan untuk membuat perkiraan nilai ekonomi untuk hampir semua ekosistem atau jasa lingkungan.
Lingkungan | Ekosistem |
|---|---|
area di mana organisme ada. | komunitas organisme bersama dengan |
terdiri dari komponen fisik. | terdiri dari komponen biologis atau hidup. |
Ruang hidup untuk unsur-unsur | Interaksi antara elemen hidup dan tak hidup |
memungkinkan kehidupan di Bumi, | Ekosistem menyediakan hubungan |
Lingkungan dibedakan menjadi makro | Ekosistemnya baik akuatik, terestrial, |
Ketika suatu organisme berpindah | Ekosistem tetap sama |
Lingkungan adalah suatu | Ekosistem terdiri dari semua proses kehidupan |
Expression Inference Method
CVM dapat digunakan untuk memperkirakan nilai-nilai penggunaan dan nilai-nilai non-penggunaan.
Merupakan metode yang paling banyak digunakan untuk memperkirakan nilai nilai non-penggunaan, atau nilai-nlai "penggunaan pasif".
Metode ini dilakukan dengan cara meminta orang untuk langsung menyatakan kesediaan mereka untuk membayar jasa lingkungan tertentu, berdasarkan skenario hipotetis.
CVM karena bersifat contingent (tergantung) di mana informasi yang diperoleh sangat tergantung pada hipotesis yang dibangun.
CVM secara langsung melibatkan partisipasi masyarakat dalam survei dengan cara menanyakan kepada masyarakat berapa banyak mereka akan bersedia membayar untuk jasa lingkungan tertentu.
Dalam beberapa kasus, orang ditanyakan tentang seberapa besar jumlah kompensasi yang bersedia mereka terima untuk jasa lingkungan tertentu. Hal ini disebut "kontingen" penilaian, karena orang diminta untuk menyatakan kesediaan mereka untuk membayar, tergantung pada skenario hipotetis tertentu dan deskripsi jasa lingkungan.
Revealed Preferences Method
1. Travel Cost Method (TCM)
Merupakan metode tertua yang digunakan untuk pengukuran nilai ekonomi tidak langsung.
Metode ini seringkali digunakan untuk menganalisis permintaan terhadap rekreasi di alam terbuka (outdoor recreation) seperti memancing, berburu, hiking dan lain sebagainya.
Metode ini mengkaji biaya yang dikeluarkan setiap individu untuk mendatangi tempat-tempat rekreasi di atas.
Dengan mengetahui pola ekspenditur dari konsumen ini, maka dapat dikaji berapa nilai yang diberikan konsumen kepada sumber daya alam dan lingkungan yang dikunjunginya.
Metode TCM ini dapat digunakan untuk mengukur manfaat dan biaya akibat: ∙
- Perubahan biaya akses (tiket masuk) di suatu tempat rekreasi. ∙
- Penambahan tempat rekreasi baru.
- Perubahan kualitas lingkungan tempat rekreasi.
- Penutupan tempat rekreasi yang ada.
Secara umum ada dua teknik sederhana yang digunakan untuk menentukan nilai ekonomi berdasarkan TCM yaitu:
- Pendekatan sederhana melalui zonasi.
- Pendekatan individual TCM menggunakan data sebagian besar dari survei.
2. Hedonic Pricing (HP)
Teknik Hedonic Pricing pada prinsipnya adalah mengestimasi nilai implisit karakteristik atau atribut yang melekat pada suatu produk dan mengkaji hubungan antara karakteristik yang dihasilkan tersebut dengan permintaan barang dan jasa.
Misalnya, permintaan rumah yang dibangun di tepi danau akan banyak ditentukan oleh karakteristik yang dihasilkan dari danau itu (keindahan, kebersihan dan sebagainya). Di sisi lain, nilai properti (perumahan) juga banyak ditentukan oleh kualitas lingkungan dan diasumsikan bahwa semakin buruk kualitas lingkungan, maka semakin menurun nilai properti tersebut.
NON D-CURVE APPROACHES
1. Dose-Response Method
merupakan prosedur tidak langsung valuasi biaya lingkungan dan manfaat. Dosis analisis metode Response hubungan antara mengatakan, polusi dan efek yang dimilikinya, misalnya, efek kesehatan. Ini adalah proses karakterisasi hubungan antara dosis agen diberikan, dan terjadinya efek yang merugikan kesehatan antara terkena.
Insiden efek ini kemudian diperkirakan sebagai fungsi dari paparan agen. 'Dosis' menunjukkan jumlah agen sementara 'respon' mengacu pada pengaruh agen sekali diberikan.
Hubungan dosis-respon ditentukan secara grafis dengan menentukan efek dari berbagai dosis diberikan pada respon. Secara umum, meningkatkan dosis agen berbahaya akan menghasilkan peningkatan proporsional dalam kedua kejadian efek samping serta keparahan efek.
Metode ini biasanya diberikan ketika penduduk terkena tidak menyadari efek dari polusi karena tidak langsung; itu juga digunakan di negara-negara berkembang di mana ada kurangnya data untuk metode penilaian tersebut.
2. Replacement Cost
Damage Cost Method, Replacement Cost, dan Subtitute Cost Method merupakan metode yang memperkirakan nilai jasa ekosistem berdasarkan biaya untuk menghindari kerusakan akibat layanan yang hilang terkait, biaya penggantian jasa ekosistem, atau biaya penyediaan jasa pengganti.
Metode ini tidak memerlukan pengukuran yang ketat dari nilai-nilai ekonomi, yang didasarkan pada kesediaan masyarakat untuk membayar untuk suatu produk atau jasa.
Sebaliknya, mereka menganggap bahwa biaya untuk menghindari kerusakan atau mengganti ekosistem atau jasa dengan memberikan perkiraan yang berguna dari nilai ekosistem atau jasa tersebut.
Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa, jika orang mengeluarkan biaya untuk menghindari kerusakan yang disebabkan oleh layanan ekosistem hilang, atau untuk mengganti jasa ekosistem, maka layanan tersebut harus bernilai setidaknya apa yang orang membayar untuk menggantikan mereka.
Dengan demikian, metode ini paling tepat diterapkan dalam kasus di mana penghindaran kerusakan atau penggantian pengeluaran benar-benar telah dibuat.
3. Mitigation Behavior
Mitigation Behavior (perilaku mitigasi) adalah metode untuk melihat perilaku masyarakat yang mengalami suatu peristiwa/bencana lingkungan yang belum pernah dialami sebelumnya, misal bencana banjir. Orang tanpa pengalaman banjir cenderung meremehkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh peristiwa semacam itu.
Metode ini digunakan untuk melihat orang-orang yang terkena dampak bencana banjir yang dibandingkan dengan orang yang tidak terpengaruh, tetapi juga tinggal di daerah rawan banjir.
Metode ini dilakukan dengan wawancara dengan orang orang yang terkena bencana (misal banjir). Hasil menunjukkan bahwa orang tanpa pengalaman banjir yang dibayangkan konsekuensi dari banjir berbeda dari orang-orang yang benar-benar mengalami kerugian parah akibat banjir.
Orang-orang yang tidak terkena banjir akan meremehkan dampak negatif akibat bencana tersebut. Berdasarkan hasil, dapat disimpulkan bahwa komunikasi risiko tidak harus fokus hanya pada aspek teknis; untuk memicu motivasi untuk perilaku mitigasi, komunikasi yang sukses juga harus membantu orang untuk membayangkan konsekuensi emosional negatif dari suatu bencana alam.
4. Opportunity Cost
Opportunity Cost of Capital (OCC) adalah nilai ekonomi yang hilang akibat pemilihan penggunaan modal suatu investasi, ketika memilih investasi yang lainnya. Pada umumnya OCC diukur melalui tingkat IRR (Internal Rate Return) dari suku bunga pinjaman bank.
Penerapan otonomi daerah memberikan dampak tekanan yang tinggi terhadap pengelolaan kawasan konservasi. Menimbulkan negoisasi-negoisasi dengan pemerintah daerah setempat terutama pemanfaatan lahan.
Tidak jarang menimbulkan konflik kepentingan antara pengelola kawasan konservasi dengan pemerintah daerah setempat dimana secara teritorial kawasan konservasi terletak di daerah setempat.
Apalagi kepentingan mengejar PAD (Pendapatan Asli Daerah) oleh pemerintah daerah setempat dan pertimbangan OCC kawasan konservasi yang lebih menguntungkan apabila dapat digunakan sebagai peruntukan lainnya seperti pertanian.
Sumber : Razi M
