Konservasi Sumberdaya Alam
Keputusan konservasi merupakan kegiatan mempertimbangkan penggunaan sumberdaya alam antara penggunaan saat ini dan penggunaan pada masa yang akan datang.
Konservasi dimaksudkan sebagai penggunaan yang bijaksana sepanjang waktu. Hal ini berbeda-beda bagi masing-masing tipe sumberdaya.
Untuk sumberdaya yang tak pulih (exhaustible resources), konservasi dimaksudkan agar dapat mengembangkan. Penggunaan sumberdaya itu untuk memenuhi kebutuhan dalam angka waktu yang lebih lama, misalnya untuk mengurangi tingkat konsumsi, atau menggunakan teknologi baru yang menghemat penggunaan sumberdaya alam seperti beralihnya penggunaan dari minyak ke energi surya.
Bagi sumberdaya alam yang dapat diper-baharui (renewable resources), dimaksudkan untuk mengurangi pemborosan baik yang bersifat ekonomi maupun sosial, dan sekaligus memaksimumkan penggunaan secara ekonomis.
Untuk sumberdaya biologis, konservasi dimaksudkan sebagai penggunaan yang meng-hasilkan penerimaan bersih yang maksimum, dan sekaligus dapat memperbaiki kapasitas produksinya. Apabila kita berusaha menentukan tingkat optimum penggunaan sumberdaya alam, maka masalah-masalah penting akan timbul untuk masing-masing jenis sumberdaya itu.
Perencana harus melakukan pilihan antara pengambilan sumberdaya pada waktu sekarang atau sumberdaya disimpan dahulu untuk penggunaan di masa yang akan datang. .
Setiap pengelola sumberdaya alam yang tak dapat diperbaharui (exhaustible resources) pasti mengetahui bahwa sumberdaya alam yang ada di bawah kekuasaannya tidak akan selamanya berada dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga pengambilan sumberdaya alam ini tidak akan memberikan penawaran yang cukup.
Oleh karena itu harus dipikirkan agar dengan sumberdaya alam yang terbatas itu dapat diciptakan kegunaan yarig tinggi. Perencanaan untuk pengambilan yang lebih awal memang lebih mudah dan biaya peng-ambilannya tidak terlalu tinggi.
Yang menjadi masalah ialah bagaimana memaksimumkan nilai sekarang (present value) sesuai dengan skala dan waktu yang optimum.
Yang diharapkan oleh pengelola dalam menentukan skala waktu yang optimum ialah bahwa skala pengambilan sumberdaya tersebut akan dapat mendatangkan keuntungan yang maksimum dan dalam waktu yang selama mungkin.
Konservasi dan penggunaan sumberdaya biologis secara bijaksana ditujukan untuk pelaksanaan pengaturan yang memaksimumkan penerimaan bersih pengelola, yaitu bahwa dalam waktu yang bersamaan dapat memelihara dan memperbaiki kapasitas sumberdaya tersebut untuk masa mendatang.
Masalah ekonomi yang perlu diperhatikan di sini adalah Waktu yang optimum bagi pelaksanaan usahanya. Oleh karenanya perlu diperhatikan tingkat diskonto yang akan dipakai untuk menghitung nilai sekarang dari investasi dalam bidang sumberdaya alam. Tingkat diskonto yang rendah akan menghasilkan nilai sekarang yang tinggi.
Konservasi sumberdaya tanah merupakan suatu sistem peng gunaan dan pengolahan tanah yang udidasarkan atas pembawaan atau keadaan tanah itu sendiri, yang meliputi penerapan cara-cara atau praktik-praktik terbaik yang diketahui yang ditujukan untuk memperoleh produksi tertinggi tanpa merusak tanah yang bersang-kutan.
Oleh karena itu konservasi tanah lebih diartikan sebagai penggunaan tanah yang tepat, melindungi tanah dari erosi, memperbaiki tanah yang buruk mutunya, melindungi kelembaban untuk kebutuhan tanaman, kombinasi pertanian kering dan pengairan sesuai dengan kebutuhan, yang semuanya dimaksudkan untuk mendapatkan nilai maksimum. Dengan definisi yang luas ini, maka konservasi tanah hendaknya merupakan suatu alat untuk penataan penggunaan tanah yang baik. Pengelola selamanya dapat memilih di antara berbagai alternatif praktik pengaturan.
Beberapa Masalah Konsevasi
Ada tiga pertanyaan yang perlu dipertimbangkan dalam mengadakan konservasi sumberdaya alam yaitu:
1.Apakah konservasi itu akan menguntungkan.
Pertanyaan ini penting bagi pengusaha. Sebagai warga negara yang baik ia hams menyetujui prinsip-prinsip konservasi dan menyokong tujuan konservasi pada umumnya.
Sebagai pengusaha ia akan selalu memperhitungkan untung dan ruginya. la akan bersedia menanam modal hanya bila yakin bahwa ia akan mendapatkan keuntungan dari hasil investasinya itu.
Pengalaman menunjukkan bahwa investasi itu akan benar-benar menguntungkan bila unsur waktu benar-benar diperhitungkan. Namun sering terjadi pula konservasi sumberdaya alam tidak menguntungkan si pengelola, dan bahkan tidak diinginkan oleh masyarakat.
Menguntungkan atau tidaknya konservasi sumberdaya alam tergantung pada beberapa faktor berikut:
- Jangka waktu yang direncanakan seorang pengelola.
- Aspek-aspek investasi dari konservasi.
- Kemampuan pelaksana dalam memilih altematif cara konservasi.
- Adanya dampak konservasi sumberdaya tertentu terhadap konservasi sumberdaya lain.
2. Hasrat masyarakat untuk konservasi
Terdapat perbedaan antara hasrat masyarakat dan hasrat perorangan dalam konservasi. Pada umumnya pengelola pribadi menginginkan derajat preferensi waktu (time preference rate) yang tinggi dan pendek dalam jangka waktunya. Sebaliknya, masyarakat menghendaki adanya derajat preferensi waktu yang panjang jangka waktunya dan tingkat diskonto yang lebih rendah. Hal ini karena masyarakat atau publik menginginkan kesejahteraan bagi generasi yang akan datang.
3. Penanggulangan hambatan konservasi.
Dalam pelaksanaan konservasi sering ditemui hambatan-hambatan yang dapat kita bedakan menjadi hambatan-hambatan fisik, hambatan-hambatan ekonomi, hambatan-hambatan kelembagaan dan hambatan-hambatan teknologi.
Alokasi Sumberdaya Alam Antar Waktu
Sesungguhnya konservasi berhubungan dengan alokasi sumberdaya alam antar waktu. Tidak ada alasan untuk menganggap bahwa alokasi sumberdaya alam yang efisien antar waktu akan menjamin adanya keadilan antar generasi dalam hal alokasi sumberdaya alam.
Ada beberapa permasalahan dalam hal pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumberdaya alam antar waktu karena sangat lamanya periode waktu perencanaan, adanya risiko dan ketidakpastian, serta tidak dapat dikembalikannya kepada bentuk asal suatu jenis sumberdaya.
- Periode waktu perencanaan yang sangat panjang
- Risiko dan ketidakpastian
- Tidak dapat dikembalikan ke bentuk semula (irreversibility)
Sumber : Baso, Ari
